Sering kali aku merasa kesal,
marah, dan tidak terima dengan apa yang mereka katakan. Setiap cercaan, hinaan,
cacian, dan berbagai kata merendahkan yang keluar dari bibir itu. Saat mereka
dengan manis mendekat, sebenarnya aku sadar itu hanya karena mereka ingin
meminta bantuan, dukungan, ataupun keuntungan yang di dapatkan dari aku. Ingin
rasanya aku meludah di hadapan mereka semua, tapi aku sadar… itu tidak akan
menyelesaikan masalah, dan itu menandakan bahwa aku sama dengan mereka. Akupun
tak ingin demikian.
Walaupun dengan jelas setiap
harinya mereka sering mencela seseorang yang mereka anggap lebih rendah dari
mereka. Apakah mereka sadar? Bahwa terkadang orang yang mereka cela
menyempatkan hati dan lidahnya untuk berdoa kepada Tuhan. Sama seperti aku, saat
dia mencelaku dengan kata – kata yang pedas namun tak nyata.
Apa yang aku lakukan? Hanya
terdiam mendengar apa yang dia katakan sampai dia terdiam, lalu aku berdoa “ Ya
Allah…. Buat hati ini sabar dan semoga aku bisa berhasil kelak”. Aku memang
bukan anak yang bisa hidup bebas, aku juga berbeda mungkin, tapi aku senang
seperti ini, setidaknya aku berusaha untuk bekerja sendiri tanpa menjadi
‘benalu’ untuk orang lain. Hmm selama ini aku membuktikan bahwa tingginya kata
– kata yang mereka ucapkan tidak sesuai kenyataan.
Aku harus terus berusaha menjadi
lebih baik, dan membuktikan. Sungguh…. Aku amat kesal, aku marah, sampai
menangis mendengar semua itu… yang seakan akan menganggap aku tak mampu. Aku
ingin ‘kalian’ mampu untuk menghargai seseorang bukan karena dia dapat
memberikan keuntungan! Bodoh. Apa kalian tidak takut dengan doa – doa yang
terucap setelah kalian mengatakan hal itu, dan tidak semua orang mampu menahan
kalimat kasar yang kalian ucapkan. Bukan orang di sekeliling kalian yang harus
memahami sifat dan sikap burukmu tapi kamu yang seharusnya menyesuaikan dengan
lingkungan. Maaf kedewasaan ini membuat aku memiliki pola fikir yang berbeda.
~To
Benalu~
No comments:
Post a Comment