About Me

Monday, November 11, 2013

Berhenti Mengeluh... dan Selesaikan Semuanya :)

Apakah kamu merasa bahwa kamu adalah manusia yang tidak beruntung?

Apakah kamu merasa bahwa Allah tidak pernah membantumu?

Apakahkah kamu merasa tersiksa dengan kehidupanmu?

Jika jawabannya tidak. Bagus.
Jika jawabannya iya. Salah.

Cobalah berfikir bahwa kehidupan ini bukanlah beban, dan coba lihat semua hal yang terjadi dari sisi positifnya. Seperti yang sedang aku alami. Aku bukanlah remaja yang terlepas dari kata ‘stress’. Aku memiliki keluarga yang sering berbeda pendapat, aku memiliki teman – teman yang terkadang menyebalkan, banyak tugas dari sekolah yang harus aku selesaikan, belum lagi tahun depan aku akan menghadapi berbagai macam ujian dari sekolah. Tapi…. Buat apa kita mengeluh akan semua itu? Seperti halnya matematika jika kita hadapi soal demi soal tentu akan selesai, walaupun jawaban kita salah tapi kita sudah mencoba dan pastinya kita akan tahu jawaban yang benar. Karena bisa atau tidak kita mengerjakan soal matematika itu, kita akan tetap dihadapi oleh soal itu.

Apakah kalian mengerti maksud perumpaan yang aku buat itu? Hahaha
Jadi…. Maksudnya adalah, sesulit apapun permasalahan yang kita miliki, kita akan dan pasti menghadapinya. Yang membedakan adalah bagaimana cara kita menyelesaikan masalah tersebut. Ada yang menunda sehingga semakin banyak dan menumpuk bahkan akan menimbulkan masalah baru. Ada juga yang acuh tak acuh terhadap permasalahannya, dengan cara – cara negative mereka meluapkan semuanya. Tapi, kenapa tidak kita coba hadapi dengan hal – hal yang sederhana? Pasti kita tahu cara untuk menyelesaikan masalah yang kita harus hadapi, karena Tuhan tidak akan pernah memberikan cobaan yang melebihi batas kemampuan hambanya. Betul?

Jadi, cobalah untuk tidak memperbesar masalah. Cobalah untuk menyelesaikannya dan jangan mengeluh berlebihan. Dan yang paling penting untuk diingat. Berfikirlah masih banyak orang di luarsana yang memiliki permasalahan yang jauh lebih rumit di bandingkan masalah yang kita hadapi.

Semangat dan tetap tersenyum. Jika kita gagal teruslah berusaha lagi. Jangan pernah anggap bahwa diri kita tidak mampu. Tapi berfikir bahwa kita mampu dan kita bisa menghadapi apapun cobaan yang Tuhan berikan.

Dan kunci utama untuk bertahan adalah usaha dan doa.
Tanpa usaha lo ga bisa, dan lo ga kuat tanpa doa!
Manjjadda wa jadda… Allahuakbar :) 

Friday, November 8, 2013

Keras Kepala

Mungkin kamu tidak pernah sadar, ketika sahabatmu tidak merasa nyaman terhadap beberapa sikap dan sifatmu. Tapi sahabatmu berusaha mengerti dan sabar, dan itu hanya untuk menjaga hubungan persahabatan kalian. Mereka selalu mengalah, dan mengalah. Tapi apa kamu tidak sadar kalau sering mereka merasa tidak dihargai. Kamu sering sekali tidak konsisten dengan apa yang kamu ucapkan. Kamu memanfaatkan kepercayaan mereka, dan akhirnya membuat mereka kecewa. Tapi apa? Justru mereka yang meminta maaf, dan kamu tidak pernah ada kesadaran. Kamu benar kamu marah, kamu salah kamu marah. Mereka terus memendam itu semua sampai sekarang. Detik ini. Hanya ingin membuktikan besarnya kedewasaan mereka, menghadapi orang sepertimu. Tapi perlahan salah satu dari mereka mulai muak dengan kelakuanmu. Dia sering kamu hina dengan candaanmu yang menurut dia sudah keterlaluan. Setiap kamu merendahkannya dia hanya tertawa.... tapi sebenarnya ada sedikit doa yang dia ucapkan. Dan mungkin sekarang dia sudah tidak peduli dengan apa yang kamu lakukan terhadapnya. Dan bisa saja dia sudah tidak peduli dengan pandanganmu terhadap dirinya, bahkan tidak peduli lagi denganmu. Bisa saja. Yang dia tau sahabat itu tidak akan membenci, menjelekan, memanfaatkan, mendustai, dan merendahkan sahabatnya sendiri. Sahabat pasti tahu apa yang disukai dan dibenci sahabatnya sendiri. Apa kamu masih ingin menyalahkan sahabatmu itu? Memang kamu selalu benar.


-Aku Kecewa-

Monday, November 4, 2013

Apakah kamu teman?

Pernahkah kamu membayangkan bagaimana posisiku sekarang?
Pernahkah kamu sadari apa yang sebenarnya telah kita lakukan?
Pernahkah kamu memikirkan apa yang akan terjadi setelahnya?
Penahkah kamu merasakan apa yang aku rasakan sekarang?

Bukan kamu yang salah.
Bukan aku yang salah.
Dan bukan perasaan kita yang salah.
Tapi waktu yang belum tepat.
Maafkanlah aku, bukan maksudku memberikan harapan kepadamu, aku hanya tidak ingin membuatmu kecewa.

Kita bodoh. Sungguh kita telah melakukan hal yang bodoh.
Aku bodoh. Tidak menyadari adanya perasaan yang istimewa darimu. Dan mungkin aku pernah menyakitimu. Tanpa aku sadari.
Kamu bodoh. Mau menungguku dan mencintaiku. Aku hanyalah manusia yang penuh dengan kekurangan, jauh dari kata sempurna, dan belum berhasil memiliki rasa yang sama. Mungkin aku bisa membuatku kecewa kelak. Tapi mengapa kamu masih bertahan? Apa kamu tidak mengerti?

Hai... kamu.
Terlalu sering aku mengucapkan dusta padamu.
Maafkan aku. Itu aku lakukan hanya untuk membuatmu bahagia.
Tapi.... aku rasa itu bukan cinta. Karena, aku masih mencintainya. Entahlah waktu belum mengizinkan aku untuk melupakannya.
Sungguh aku sangat menyukai perlakuan istimewa yang kau berikan padaku, dan sebaris perubahan yang kau lakukan. Walalupun aku merasa kamu masih belum menjadi dirimu sendiri.
Terimakasih untuk semuanya.....

Dan aku akan berusaha walaupun aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk merasakan 'itu'
Teman atau bukan? :)
Yang jelas kamu berarti buat aku.
 Love you.....

Tuesday, September 17, 2013

Mimpi

Salahkah jika aku bermimpi terlalu tinggi? 
Bodohkah aku jika memiliki impian itu?
Apakah aku harus mengubur mimpiku? 
Iya. Itu mungkin jawaban yang mereka berikan, tapi tidak pernah terlintas difikiranku untuk mengatakan itu. Selalu Tidak tidak dan tidak. Aku tidak akan pernah mau mengubur impian terbesarku, walaupun aku akan terlihat bodoh, dan terjatuh saat aku gagal. Aku tidak peduli. Seberapa sering mereka menertawakanku, meragukanku, menghinaku dari belakang. Aku akan terus tegar dan percaya bahwa suatu saat nanti aku akan berhasil menggapai mimpiku. Mungkin sejak aku memiliki impian itu dan sejak saat itu pula aku gagal mewujudkannya, aku coba lagi dan gagal lagi. Tapi entah, apa yang membuat aku begitu keras kepala dan tetap kekeh dengan pendirianku, bahwa aku akan berhasil kelak dan meraih mimpi itu. 
Lalu apa yang harus aku lakukan?
Siapa yang bisa membantuku?
Sampai kapan aku akan bertahan?
Tidak dapat di pungkiri lagi bahwa kita memang membutuhkan dukungan dari orang - orang terdekat dalam menggapai impian kita, tapi bagaimana dengan aku? tidak ada dukungan dari orang terdekatku, mereka menginginkanku menjadi orang lain, dan aku berusaha untuk menjadi orang lain. Disini aku mencoba untuk menyesuaikan diri, sesuai dengan apa yang mereka iginkan. Bisa dibilang aku berhasil melewatinya, sekarang hanya menunggu waktu untuk memberikan hasil finalnya. Tapi apa kalian fikir aku akan mengubur impianku? Tidak tetap tidak. Aku akan berusaha untuk mewujudkannya apapun yang terjadi, dan aku akan melakukan apapun untuk manjadikan impian itu menjadi suatu kenyataan. 
Bukan alasan jika kalian mengatakan "Mimpi gagal karena tidak ada dukungan" apakah kalian lupa kalau kita semua punya satu kekuatan yang sungguh luar biasa? Kita punya Tuhan! Allah lah yang selalu menguatkanku disaat aku benar - benar merasa sendiri. Disaat semua orang menjauh, aku tidak pernah rapuh. Aku percaya akan adanya keberhasilan. Karena aku yakin Allah selalu ada untukku. Dan hanya Ia yang bisa mewujudkan mimpiku.
Aku akan bertahan sampai semua orang melihat metapa hebatnya kekuatan mimpi. 
Aku akan membuktikan bahwa cita - cita, mimpi, dan harapan itu bukanlah angan semu yang hanya terlintas kemudian hilang.
Tapi, itu adalah awal dari keberhasilan. Namun, jangan hanya berbicara, lakukan dengan perbuatan, buktikan bahwa mimpi kalian bukan hanya angan belaka. Kita harus bertanggung jawab dengan mimpi yang kita miliki dengan usaha dengan gigih. Dan perkuat dengan doa.
Bermimpilah..... dan berusaha, serta kuatkan diri dengan berdoa. Buktikan kepada orang - orang yang melihat mimpimu sebelah mata, bahwa itu akan menjadi suatu kenyataan nantinya. 
Katakan pada diri sendiri "Aku bisa"

Monday, August 12, 2013

Sahabat



Sahabat…. Seseorang yang dapat memberikan warna dihidupku. Menemaniku disetiap waktuku, mencari kebahagiaan bersamaku, dan yang pasti mau berkorban untukku. Dan itu semua yang aku coba lakukan sejak dulu. Menemani dia, berusaha memberikan kebahagiaan untuknya, dan tentunya aku berkorban untuk dia. Tapi…. Aku tidak mendapatkan itu dari dia. Entahlah, sejak lama aku idamkan sosok orang yang dapat menemaniku dikala aku sendiri. Saat aku menyayangi seseorang (13 tahun) pada awalnya kami (ber-3) menjalin persahabatan yang aku fikir sejati, sebelum kami meninggalkan sekolah itu kami membuat suatu perjanjian, yaitu selalu bersama walaupun sudah berbeda sekolah, namun selang waktu kami semakin menjauh satu sama lain, dan akhirnya salah satu diantara kami benar – benar pergi utnuk selamanya (meninggal) dan saat pemakamannya kami berkumpul kembali dalam suasana yang benar – benar tidak pernah aku bayangkan. Aku fikir dengan perginya salahsatu ‘teman’ku aku dan dia dapat bersama seperti dulu, kenyataanya dia pergi dan aku sendiri lagi. Namun aku yakin akan ada yang menggantikan mereka nantinya.
Waktupun berlalu dengan begitu cepat, dan benar saja aku menemukan orang lain. Yang aku sayang, tentu saja aku harap dia dapat menjadi sahabatku. Dia teman sebangku aku saat aku duduk di bangku terakhir disekolah itu (15 tahun). Tapi itu semua tidak bertahan lama, aku kecewa sungguh. Dia tidak berada disampingku, bahkan dia meninggalkan aku sendiri. Kejadian yang tidak dapat aku lupakan yaitu saat dia meninggalkan aku sendirian di bus, sedangkan dia berada di bus lain bersenang – senang dengan temanku yang lain. Saat itu aku merasa sakit, lebih sakit daripada sebelumnya, entahlah aku sangat menyayanginya, tapi hari itu karna dia, di bus aku menangis melihat kearah jalan. Kecewa! Aku sudah sangat menyayanginya, bahkan aku berusaha menyukai apa yang dia sukai, hanya karna dia aku rela melakukan segalanya. Aku sangat sayang dia. Dan sebelum aku berpisah dengannya saat itu, aku mengambil name tag miliknya dan sampai sekarang hanya tertinggal tempat name tag itu yang masih tergantung manis bersama name tag ku di tiang tempat tidurku, yang aku ingat kertas name tag miliknya aku robek, saat aku mengingat betapa menyebalkannya dia.
Sampai akhirnya aku lulus, masuk ke sekolah baruku tidak menyembuhkan rasa sakit hatiku kala itu. Sebenarnya aku bisa saja masuk ke sekolah yang sama dengannya, tapi orang tuaku berbeda pendapat denganku. Yaps! Seperti 3 tahun yang lalu aku berusaha mencari sosok itu disekolah baruku ini. Di sekolah ini aku merasa jauh berbeda, dan aku yakin aku adalah sosok yang sangat menyebalkan kala itu, karena ini jauh dari perkiraanku. Tapi semakin lama aku berada di sekolah ini aku merasa senang yahh walaupun masih ada rasa menyesal sedikit. Awalnya aku merasa dekat dengannya, yaa aku sayang dia. Mungkin aku merasa sering satu faham saat berbicara dengannya, ya dia adalah teman sebangkuku (15 & 16 tahun) kami sering membicarakan berbagai macam masalah, menyelesaikan berbagai macam konflik, dan bahkan saat belajar kami juga sering bercanda, aku merasa kehidupanku mulai lebih berwarna dari sebelumnya. Tapi.. sama seperti sebelumnya, kali ini kesalahanku ya aku terlalu terobsesi karena system pengajaran disekolah ini yang jauh dari sekolahku sebelumnya, sehingga saat hari itu aku menjadi orang yang sangat egois, aku membuat dia menangis, mungkin dia merasa tersinggung atas sikapku kala itu. Aku menyesal, namun hubungan kami masih berjalan baik walaupun sedikit merenggang. Dan perlahan kami menjauh. Sampai suatu saat aku menyukai temanku di sekolah, sejak itu aku menjadi dekat kembali dengan dia. Dan akhirnya aku jadian dengan orang yang aku suka, dan hubunganku dengan dia semakin dekat, kami sering double date, aku sering cerita tentang pacarku kepadanya, dan yaps aku juga merasa sedikit terganggu kala itu karena aku rasa dia terlalu mencampuri hubunganku dengan pacarku, namun aku hanya diam, karena aku tidak mau mengulangi kesalahanku waktu dulu, dan aku hanya diam, tapi itu tidak bertahan lama. Akhirnya hubunganku kandas. Semenjak kala itu aku merasa dia berubah menjadi sosok yang sangat menyebalkan. Entahlah … sebelum saat ini aku merasa ada yang sangat mengganjal, aku bingung kenapa cara dia bercanda semakin lama semakin membuat aku muak, dan karena aku tidak bisa menghentikan candaanya itu, aku memutuskan untuk mendiamkan dia, terserah apa yang mau dia lakukan, aku hanya bisa tutup telinga, dan dia juga membocorkan berbagai hal tentangku, bukan ke orang lain, tapi ke orang yang berhubungan dengan rahasiaku itu, sejak saat itu sungguh aku merasa -------- yaps! But its life, and I must move on, so I’ll forget it. Maybe later.
Di tahun ajaran baru aku pindah tempat duduk, dan akhirnya aku duduk dengan temanku yang lebih pintar dari aku, yaa dengan harapan aku dapat lebih serius, tapi ternyata aku salah. Bukan serius, tapi aku sama dia jauh lebih sering bercanda, tapi ada teman untuk konsultasi, aku juga sering sependapat dengannya. Tapi sayang dia juga hanya beberapa kali dapat bersamaku, terkadang dia asik sendiri dengan temanku yang lain, saat aku ingin banyak cerita dengannya. Karena aku merasa saran yang dia berikan masuk akal dan tidak memberatkanku, tapi itu dia, dia tidak selalu ada denganku.
Dan masih banyak temanku yang lainnya yang sebenarnya aku harapkan menjadi sahabatku tapi tidak ada di sampingku saat aku membutuhkan, bahkan ada yang aku pedulikan justru dia masa bodo, lucu ya? Iya. Jadi sahabat itu apa sih? Semakin aku berusaha menjadi orang yang baik untuk sosok itu, aku merasa sakit dan… ya itu lahh.
Jauh dari makna itu sendiri, aku masih bingung bagaimana membedakan apa yang disebut dengan teman baik dan sahabat? Apakah ini salah mereka yang perlahan pergi meninggalkan aku? Sepertinya tidak.
Aku tahu dan sadar bahwa aku harus bercermin akan semua itu, aku masih banyak kekurangan dan aku terlalu pemilih dalam hal ini. Entahlah selama ini aku berusaha menjadi anak yang baik dan menjadi pribadi yang mengasikan untuk orang – orang di sekelilingku, tapi nyatanya apa? Yaa mungkin ada baiknya aku lebih bersyukur atas apa yang telah Allah berikan selama ini, yang jelas mereka semua yang perlahan meninggalkan aku sendiri itu, pernah membuatku tertawa, dan mengerti apa artinya sayang. Ya aku sangat menyayangi mereka semua, aku rindu akan kehangatan saat aku bersama mereka, itu semua diluar sikap mereka yang menyebalkan, aku sangat merindukan mereka. Mungkinkah sebelum mata ini tertutup untuk selamanya aku berkumpul dengan mereka semua dalam suasana yang sangat menyenangkan. Saat menulis ini, aku ingin memeluk mereka semua, karena saat ini aku benar – benar merasa sendirian. Aku ingin mereka semua ada disini, bercanda bersamaku, dan aku bisa melupakan sejenak masalah yang ada disini. Aku rindu kalian semua, aku sangat menyayangi kalian, apakah kalian merindukan saat tertawa bersama, bernyanyi bersama, dan memecahkan masalah bersama. Dan semua itu kita jalani dengan sangat mengasikan. Terlalu berlebihankah permintaanku ini? Aku ingin saat aku berada di ujung usiaku nanti kalian semua ada disisiku menemaniku melepas raga ini dengan senyuman.
Dengan ini aku sadar banyak sahabat yang Allah berikan kepadaku, selama apapun dia berada disisiku tetap mereka pernah mengukir tawa di dalam hidupku, terimakasih. I love you all J