About Me

Wednesday, July 3, 2013

Kekecewaan yang tak berarti untukmu :')



Kamu… aku berhenti sejenak dihadapanmu saat kedua mata kita saling beradu. Dan aku merasakan getar hatiku dan degub jantungku saat itu, dan aku tersadar bahwa kau istimewa. Semakin aku mengenalmu aku semakin percaya bahwa kau memang yang terbaik, dan aku benar – benar ingin memilikimu. Berlalunya hari semakin sering kita bertemu, dan akhirnya kita berdua bersatu. Kau buat hari – hariku semakin indah dan memusnahkan kesendirianku. Kita tertawa bersama dan selalu kau perhatikan aku.
Aku merasa sangat beruntung memilikimu, tak ingin aku melepasmu sampai kapanpun. Hari – hariku selalu kau buat istimewa dan kau menjadi malaikat pelindungku. Sungguh aku sangat mencintaimu, dengan seluruh ragaku aku ucapkan kalimat itu. Dan hanya untukmu… dan aku tak pernah berharap untuk bangun jika ini adalah mimpi. Tuhan jaga dia dan jangan buat dia menangis apalagi sakit. I LOVE YOU….
Hari itu aku menunggumu, rasa rindu yang ada dihatiku sungguh besar dan memaksaku untuk bertemu dengan mu saat ini juga. Namun, apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa kau melupakan perjanjian kita? Aku menjoba berfikir jernih dengan mencoba memahami kesibukkanmu. Dan akhirnya aku pulang dengan kekecewaan. Dan aku berharap ini adalah awal dan akhir kekecewaanku kepadamu sayang.
Dan…. Aku salah besar, kamu berubah 180 setiap hari kamu marah, dan aku selalu menangis kesepian. Kebahagiaan itu telah sirna, ada apa denganmu? Aku coba bertanya padamu dengan baik – baik, Tapi KENAPA….. kenapa kamu membentakku tanpa memperdulikan bagaimana rasa sakit yang kau ukir di hatiku? Kau bilang aku perempuan yang lemah, manja, dan semua kata – kata yang tak pernah aku fikirkan sebelumnya. Kamu benar – benar membuat aku kecewa dengan sikapmu ini. Aku benci, sangat membencimu!!! Dengan sengaja kamu bercanda dengan wanita lain dihadapanku, sementara saat bersamaku kau hanya bisa marah, marah, marah, dan marah. Bahkan dihadapanmu aku sudah tak mempunnyai harga diri sebagai seorang kekasih.
Tidak ada perhatian, yang ada selalu hinaan yang kau berikan kepadaku saat aku sakit. Pada akhirnya kesabaranku sampai pada puncaknya. Akupun berusaha untuk tidak memperdulikanmu, walaupun di dalam hatiku sungguh aku sangat mencintaimu. Tapi hatiku sudah lelah menerima perlakuanmu. Dan sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk pergi dari kehidupanmu selamannya. Semoga kamu bisa menemukan kebahagiaan.



~Sun of the world~

No comments:

Post a Comment