About Me

Wednesday, July 3, 2013

My Little Heart (Feeling so damn)





Apa ini? Apakah ini hanya sebuah lelucon belaka? Mungkinkah? Tidak. Tidak untuk kali ini. Saat aku memandangmu dari kejauhan dan aku merasakan getaran itu, sungguh sangat terasa dan menyiksa. Dan itu selalu terjadi. Aku ingin mengungkapkan yang sebenarnya tapi, banyak hal yang menghalangi. Dan aku, disini, hanya menangis. Akupun yakin kalau kau tak tahu sedikitpun tentang rasa suci ini. Bodoh rasanya menjatuhkan hati dengan kerasnya kepadamu. Mencintaimu bagaikan berusaha melihat bintang di malam hari walaupun angin menusuk tajam tulang rusukku. Tapi aku rela. Walaupun aku hanya bermimpi dapat bersamamu, itu cukup membuatku bahagia, walaupun sesaat, aku tak munafik kalau aku….. ingin bahagia selamanya bersamamu. Iya. Kita berdua.
Ketika waktu itu ternyata akan tiba, ingin rasanya aku berada didalam pelukanmu dan membisikan kata indah “Aku bahagia sungguh, I Love You” dan kau akan memandangku, membelai lembut rambutku, serta memberikanku sebuah senyuman hangat dan detik itu kau berikan sejuta kenyamanan untukku. Ruas jari ini tak akan ada lagi, karena terpaut jarimu yang mampu menggenggamku, erat. Hai… kau yang aku cintai, aku merindumu, ingin aku memelukmu, memilikimu, dan mencintaimu sepenuhnya.
Dan Tuhan, aku ingin memilikinya. Apakah aku salah? Iya. Seharusnya bagaimana aku berharap? Seharusnya aku berharap bahwa aku adalah tulang rusuknya. Karena selama apapun sepasang kekasih bersama jika bukan tulang rusuk itu, akan melenyapkan segalanya. Jadi, Tuhan aku ingin bertanya…. Apakah DIA tulang rusukku? Jika iya, aku ingin bersamanya dan tak ingin lepas darinya. Jika bukan, aku pun tak ingin menjauh darinya, dan Jika DIA benar - benar bukan tulang rusukku Tuhan lindungi hati ini, karena hingga saat ini, detik ini, hati ini masih mencintainya, lindungi hati ini dari rasa sakit Tuhan. Dan terimakasih karena Engkau telah memberikan aku rasa yang indah ini, walaupun aku tak tahu apa makna yang sesungguhnya. Dan alasan aku mencintainya.Apa yang hati ini rasa? Aku berusaha mendustainya dan dengan kasar memaksa melupakannya. Jahat. Iya aku memang jahat jika membunuh rasa ini. Tapi jika bertahan aku takut akan merasakan rasa sakit yang lebih sakit dari sebelumnya. 
Darimana aku harus mencari keyakinan bahwa aku memang pantas menyimpan perasaan CINTA untukmu? Ingin rasanya hati ini berteriak dihadapanmu dan mengatakan bahwa “Aku Mencintaimu”. Jika rasa ini salah tapi hati ini memang hanya untukmu, walaupun aku tahu kalau kau memberikan milikmu untuk yang lain. Dan aku? Aku hanya menangis. Dan berharap. Apakah kau masih menganggap aku berdusta? Atau kau ingin membunuh hati ini dengan memaksakan mencintai orang lain? JAHAT. Kau membalas 1 rasa suci ini dengan 2 kejahatan. Seperti yang aku ucap tadi, kau jahat memaksa hati ini mencintai yang lain, yang kedua kau jahat karena….. Telah membuat hati ini terjatuh dan masuk, dalam, jauh, tersungkur di lubuk hatimu. Apakah kau akan melakukan kejahatan yang ke 3? Dengan meninggalkanku disini…. Sendiri.

Sering kau acuhkan aku, tapi apa yang aku lakukan? Aku hanya terdiam dan terus mencinta
Sering kau abaikan aku, tapi apa yang aku lakukan? Aku hanya bersedih dan terus mencinta
Sering kau sakiti aku, tapi apa yang aku lakukan? Aku hanya menangis dan terus mencinta
Sering kau bohongi aku, tapi apa yang aku lakukan? Aku hanya bersabar dan terus mencinta
Sering kau berusaha menjauh, tapi apa yang aku lakukan? Aku mengejarmu dan terus mencinta

Kau akan mengerti….

No comments:

Post a Comment